Pengertian Ability To Pay

Loading...

Apa itu Ability To Pay?

Ability To Pay adalah prinsip ekonomi yang menyatakan bahwa jumlah pajak yang dibayar individu harus bergantung pada tingkat beban pajak yang akan ditimbulkan relatif terhadap kekayaan individu tersebut. Prinsip Ability To Pay menunjukkan bahwa jumlah pajak riil yang dibayarkan bukan satu-satunya faktor yang harus dipertimbangkan, dan bahwa masalah lain yang seperti Ability To Pay juga harus dimasukkan dalam sistem pajak.

Penerapan prinsip Ability To Pay memunculkan sistem pajak progresif, suatu sistem perpajakan di mana orang-orang dengan pendapatan lebih tinggi diminta membayar pajak lebih banyak daripada orang-orang dengan pendapatan lebih rendah. Ideologi di balik prinsip ini adalah bahwa individu dan entitas bisnis yang memperoleh pendapatan lebih tinggi mampu membayar lebih banyak pajak daripada mereka yang berpenghasilan lebih rendah. Ability To Pay tidak sama dengan tanda kurung penghasilan lurus. Sebaliknya, itu melampaui tanda kurung dalam menentukan apakah wajib pajak individu dapat membayar seluruh beban pajaknya atau tidak. Misalnya, individu tidak boleh dikenakan pajak atas transaksi di mana mereka tidak menerima uang tunai. Menggunakan opsi saham sebagai contoh, sekuritas ini memiliki nilai untuk karyawan yang menerimanya, karena itu dikenakan pajak. Namun, karena karyawan tidak menerima uang tunai, dia tidak akan membayar pajak atas opsi-opsi sampai dia menguangkannya.

Pengertian ability to pay
Ability to pay

Pendukung perpajakan Ability To Pay berpendapat bahwa hal itu memungkinkan mereka yang memiliki sumber daya terbanyak kemampuan untuk menyatukan dana yang dibutuhkan untuk menyediakan layanan yang dibutuhkan oleh banyak orang. Para pengkritik sistem ini meyakini bahwa praktik ini menghambat keberhasilan ekonomi karena membebani individu kaya dengan jumlah pajak yang tidak proporsional. Ekonom klasik seperti Adam Smith percaya setiap elemen sosialisme, seperti pajak progresif, akan menghancurkan inisiatif penduduk dalam ekonomi pasar bebas. Namun, banyak negara telah memadukan kapitalisme dan sosialisme dengan tingkat keberhasilan yang besar.

Baca Juga: Pengertian Abeyance

Dalam perbankan, Ability To Pay disebut “kapasitas”. Ini digunakan oleh lembaga pemberi pinjaman untuk menentukan kemampuan peminjam untuk melakukan pembayaran bunga dan pokok pinjaman, menggunakan pendapatan yang dapat dibuang atau arus kasnya. Beberapa bankir menilai kapasitas peminjam menggunakan kredit Standar Lima C – sejarah kredit, modal, kapasitas untuk menghasilkan arus kas, jaminan, dan kondisi saat ini dalam perekonomian. Untuk penerbit utang kota, Ability To Pay mengacu pada kemampuan penerbit atau pemberi pinjaman saat ini dan di masa depan untuk menciptakan pendapatan pajak yang cukup untuk memenuhi kewajiban kontraknya.

Loading...

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *